Terabaikannya Pembelajaran Kesenian
di Sekolah Dasar
Pendididkan
adalah sarana utama dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia berkualitas.
Sedangkan sekolah adalah tempat paling strategis untuk mengajarkan berbagai
ilmu dan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak, termasuk kemampuan dalam
bidang kesenian.
Adapun
tujuan pendidikan nasional identik dengan pembangunan nasional, yaitu :
membentuk manusia seutuhnya, manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berbudi pakerti luhur, serta memiliki pengetahuan luas, memiliki
kepribadian mantap, serta memiliki rasa tanggungjawab berbangsa dan bernegara.
Dalam
menunbuhkan potensi peserta didik, pendidikan tidak bisa terlepas dari dalam
kebudayaan lingkungan hidup anak didik. Pendidikan pada dasarnya merupakan
bagian dari kebudayaan, yyaitu kebudayaan yang mengarah pada peradapan yang
lebih maju. Dengan demikian pendidikan
untuk mencapai manusia yang seutuhnya itu harus melalui berbagai intervensi
terhadan bidang-bidang etika, estetika, logika, dan praktika yang didasari
dengan sistem nilai yang berlaku dan gagasan yang menonjol pada masyarakat.
Pad
kurikulum 2006 dijelaskan bahwa pelajaran seni budayapada dasarnya merupakan
pendidikan seni yang berbasis budaya. Dijelaskan bahwa pendidikan seni budaya
dan keterampilan diberikan di sekolah. Karena kkeunika, kebermaknaan, dan
kebermanfaatan terhadap pertumbuhan perkembangan peserta didik. Kebermaknaan
dan kebermanfaaatan ini terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk
kegiatan berekspresi / berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan “belajar
dengan seni”, “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni”. Peran ini
tidak bisa diberikan oleh mata peljran lain.
Meski
kesenian merupakan salah satu bidang mata pelajaran yang tercantum dalam
kurikulum dan terangkum dalam evaluasi akhir, namun pada kenyataannya pelajaran
kesenian belum sepenuhnya dapat berjalan sesuai dengan porsi semestinya. Disadari
atau tidak telah banyak prestasi di bidang kesenian telah mengangkat nama besar
bangsa ini di mata internasional. Indonesia harum karena keindahan dan
keragaman keseniannya, baik itu seni suara, ttari, patung, ukir, pahat, musik,
tradisional, dan bidang lain.
Pembelajaran
kesenian mempunyai pengertian yang sangat luas dan mendalam. Didalamnya memuat
aspek kehidupan yang dapat menggali penyadaran kea rah peningkatan budi
pakerti, moralitas kebangsaan, hingga hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai
kemanusiaan, yang telah menjadi tuntunan dunia pendidikan di era sekarang dan
yang akan datang. Sementara jika diamati secara objektif, bahwakegiatan
pembelajaran kesenian disekolah dasar belum dapat dilaksanakan secara optimal.
Beberapa
kendala yang menjadi penyebabmengapa pembelajaran kesenian di sekolah dasar
kurang mendapat perhatian. Kendala-kendala tersebut diantaranya adalah :
1. Sumber
daya manusia, diantaranya terbatasnya kemampuan pendidik untuk melaksanakan
pembelajaran kesenian, kualifikasi akademik yang dimiliki pendidik tidk
dipersiapkan kearah itu.
2. Kesadaran
masyarakat yang belum sepenuhnya menerima pembelajaran kesenian karena dianggap
tidak penting. Hal itu kemungkinan karena kurangnya sosialisasi.
3. Arogansi
para pemimpin pengelola lembaga pendidikan yang masih sempit pola pikirnya
dalam memandang cakrawala dunia pembelajaran kesenian. Arogansi tersebut
berdampak pada tidak adanya penghargaan baik secara formalakademis , maupun
secara finansial atas prestasi yang telah diperoleh anak didik.
4. Terbatasnya
sarana dan prasarana dijadikan alasan, akhirnya pembelajaran kesenian di
sekolah dasar menjadi tersumbat dan terkatung-katung tanpa penangganan yang
professional.
5. Kurangnya
sosialisasi terhadap fungsi pembelajaran kessenian itu sendiri.
Walaupun
sebenarnya kita bisa melihat dengan jelas bahwa dunia seni adalah salah satu
pilihan hidup yang dapat memberikan peluang untuk mengakses kehidupan dan
penghidupan ekonomi di masyarakat, bangsa dan negara.
Pembelajaran
kesenian berfungsi membangun krativitas dan potensi siswa dalam berbagai seni.
Sekaligus merupakan filter bagi pengaruh globalisasi kebudayaan asing terhadap
buudaya bangsa. Serta memberi peluang terhadap siswa yang mempunyai
kemampuan di luar eksata untuk mendapat
tempat dan memiliki jalan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi
dan pada akhirnya harus diakui bahwa lapangan pekerjaan dibidang seni amat luas
serta harus diterima sebagai potensi bangsa yang saat ini sedang berkembang.
Terkait
kurikulum berbasis kompetensi (KBK) , seharusnya pendidikan kesenian jangan
diabaikan, bagaimana pelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
(PAKEM) bisa berjalan seperti yang diharapkan jika para pelaku pendidikan tidak
segera beradaptasi dengan tuntunan kurikulum yang saat ini sedang berkembang.
Situasi belajar yang menyenangkan sangat mendukung keberhasilan suatu kegiatan
prosess belajar mengajar dan lebih berhasil guna pada tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai. Satu contoh cabang senisuara dan musik yang cenderung
diremehkan bahkan hammpir tidak prnah diberikan pada pembelajaran.
Pelaksanaan
pembelajaran seni musik atau seni suara mempunyai sifat dan peran edukatif (memberikan kesgaran ddan kegembiraan) kepada siswa, sehingga mendorong mereka
mempelajari peljaran yang lainnya. Suasana yang menyenangkan secara psikologis
akan menimbulkan semangan peserta didik. Sedangkat semangat sangat dibutuhkan
untuk mempelajari sesuatu, sebab dengan semangat yang tinggi (motivasi tinggi)
akan memberikan kekuatan, kemampuan, dorongan untuk belajar.
Pembelajaran
kesenian adalah salah satu strategi belajar mengajar untuk dapat membangkitkan
gairrah belajar. Ddengan gairah belajar yang terarah dan terbina secara
berkesinambungan akan membantu keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Mencapai
indikaor yang diinginkan sesuai dengan kompetensi dasar yang diterapkan. Jika
indicator sebagai tujuan utama kegiatan belajarmengajar dapat tercapai, maka
sangat memungkinkan untuk mewujudkan cita-cita meningkatkan mutu pendidikan
yang diinginkan.
Sesuai
dengan perkembangan fungsi dan kemanfaatannya, sudah saatnya pendidikan
kesenian dilaksanakan dengan semestinya, tentu saja dibarengi dengan pemilihan metode yang sesuai
dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mmengolah,
menerjemahkan, dan membuat perencanaan yang betul-betul didasari keinginan
untuk mensukseskan tujuan pendidikan nasional dengan bberpedoman pada kurikulum
yang berlaku saat ini.

Posting Komentar