Unknown


Peran Guru dalam Membentuk Keyakinan dan Kepercayaan Diri Terhadap Kemampuan yang Dimiliki Siswa
Guru mempunyai peran utama dalam pendidikan. Tugas seorang guru adalah mengajar sekaligus mendidik siswa. Maka keteladanan dari seorang guru merupakaan hal yang sangat penting dan tidak bisa ditawar lagi. Guru merupakan seniman kelas, kenalilah seni kelas sebelum mengajar. Hanya guru yang berjiwa senilah yang mampu singgah berlama di hati pesserta didik.
Jadilah guru yang empati. Guru empati adalah guru yang merasa gelisah apabila melihat gegagalan yang dialami oleh anak didiknya. Sebaliknya, ia akan merasa bahagia apabila anak didiknya mendapat kesuksesan. Peran guru adalah sebagai pengajar sekaligus pembimbing. Setipa siswa memiliki karakter yang unik. Keunikan itu bisa dilihat dari adanya perbedaan artinya tidak ada dua individu yang memiliki karakter yang sama meskipun dilihat dari fisiknya individu ini memiliki kemiripan. Mereka pasti memiliki perbedaan baik dilihat dari bakat, minat, kemampuan dan lain sebagainya.
Tugas guru selain mengajar juga berkewajiban memompa semangat peserta didik. Guru harus mampu melihat dan memperhatikan kondisi pribadi anak didik. Siswa yang cerdas akan cepat mengembangkan keyakinannya akan kemampuan pribadinya. Sedangkan siswa yang kurang cerdas akan sulit mendapatkan bahwa penilaian mereka tenteng kemampuannya kurang baik. Dengan keyakinan akan kemampuan diri sangat menentukan dalam mencapai hasil yang signifikan. Sebagai ontoh : anak didik yang diikutkan lomba baca puisi, pada waktu latihan mereka hafal, intonasi dan ekspresinya bagus. Tetapi dikala pentas mereka menjadi kurang baik dalam intonasi maupun ekspresinya. Mereka seperti itu karena keyakinan dan kepercayaan dirinya akan kemampuannya kurang, sehingga hasilnya tidak bisa maksimal.
Keyakinan akan kemampuan diri ini bukan merupakan fungsi dari keterampilan seseorang, tetapi merupakan penilaian yang dibuat orang tersebut mengenai apa yang dapat dilakukannya dengan keterampilan yang dimilikinya. Kemampuan diri merupakan rasa percaya diri akan kemampuan diri untuk mengatasi kesulitan agar tetap unggul dalam menghadapi berbagai situasi.
Keyakinan atau kepercayaan diri mengenai kemampuan yang dimiliki membuat seseorang akan menghindari situasi-situasi yang diyakininya akan melampaui kemampuannya dalam mengatasi situasi, serta melibatkan diri dalam situasi-situasi yang diyakini mampu ditanganinya. Biasanya keraguan yang muncul pada diri seseorang untuk mencoba sesuatu atau malah memilih untuk tidak mencobanya. Tetapi bila seseorang mempunyai keyakinan dan kepercayaan diri akan kemampuan yang dimilikinya kuat akan membantu seseorang untuk tabah dalam menghadapi kegagalan dalam berbagai situasi yang penuh tantangan.
Keyakinan dan kepercayaan diri akan kemampuannya akan menghasilkan berbagai perasaan atau emosi dalam mengantisipasi tindakan. Bila seseorang siswa berfikir bahwa dirinya akan berhasil dalam melakukan tugas akan timbul rasa positif atau percaya diri. Sebaliknya bila seseorang ragu akan kemampuannya dan mengira akan mengalami kegagalan maka akan timbul rasa  negatif, kuatir dan takut. Seorang guru harus mampu memotivasi anak didiknya bahwa dirinya harus bisa dan berhasil dalam melakukan tugas dan menanamkan rasa positif dan percaya diri akan kemampuan yang dimilikinya.
Ada tiga karakter keyakinan akan kemampuan diri menurut bandura, pertama tergantung pada besarnya tindakan rasa percaya diri terhadap kemampuan diri, kedua adalah generalisasi, ketiga adalah kekuatan. Bagaimanakah seorang guru memodelkan suatu tindakan untuk meningkatkan keyakinan akan kemampuan diri pada siswanya? Pertama guru harus selalu mengajak para siswanya untuk melakukan kegiatan. Kedua sebaiknya mendemonstrasikan teknik-teknik yang sangat efektif dalam mengatasi aspek-aspek yang menakutkan.
Di sekolah, pengetahuan dan keterampilan berfikir siswa secara terus menerus diuji dan dievaluasi dan para siwa itu sering dibandingkan satu terhadap yang lain. Siswa yang cerdas akan cepat mengembangkan keyakinan akan kemampuan diri, sedangkan yang kurang cerdas akan mendapat penilaian yang kurang baik. Unutuk menhindari hal-hal semacam itu sebagai seorang guru sebaiknya: (1) membuat para siswa terlibat dalam beragam kegiatan, (2) merancang program pembelajaran sesuai dengan keterampilan siswa, (3) menerapkan pendekatan kooperatif bukan kompetitif, (4) menghindari membuat evaluasi untuk membandingkan siswa yang satu terhadap yang lain.
Beberapa langkah spesifik yang dapat digunakan oleh para guru untuk meningkatkan rasa percaya diri pada siswa akan kemampuan diri dan prestasi untuk tekun dalam kegiatan belajar, antara lain :
1.      Pecahkan tugas yang besar menjadi tugas-tugas kecil. Beri siswa banyak tugas tetapi usahakan agas setiap tugas cukup kecil dan mudah dilakukan. Hal ini akan dapat membantusiswa untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan cukup cepat dan segera melihat keberhasilan.
2.      Sebelum memberi tugas, tetapkan kriteria untuk menilai hasil penyelesaian tugas oleh para siswa dan beri tahu mereka mengenai kriteria tersebut sebelum mereka melaksanakan tugas tersebut, sehingga mereka tahu dengan tepat apa  yang harus mereka capai.
3.      Berikan kepada siswa  umpan balik dalam bentuk nilai (angka) dan komentar yang spesifik, setelah mereka menyelesaikan setiap tugas tes/ulangan sehingga siswa mengetahui dimana kedudukannya terhadap kriteria yang telah ditetapkan.
4.      Berikan motivasi untuk unjuk kerja para siswa, dengan menunjukkan apa yang telah mereka lakukan dengan baik.
5.      Buat siswa berpartisipasi dalam menulis tujuan mereka secara formal sebelum mereka melakukan tugas-tugas atau ujian/tes tertentu, dan dorong mereka untuk menetukan tujuan-tujuan yang mampu mereka capai.
6.      Buat siswa menuliskan rencana merek masing-masing mengenai kapan, dimana dan bagaimana mereka menyelesaikan tugas dan apa yang mereka buat untuk mengatasi halangan yang mungkin timbul.
7.      Berikan insentif untuk kerja yang baik, di luar angka yang normalnya akan mereka dapatkan, seperti angka bonus yang  dapat dikumpulkn untuk meningkatkan nilai akhir yang akan mereka dapat.
8.      Terapkan metode kooperatif.
9.      Motivasi siswa untuk mengembangkan kebiasaan bekerja/belajar secara teratur.
Dari uraian di atas keyakinan dan kepercayaan diri akan kemampuannya ternyata cukup penting dan dapat membantu siswa untuk mau belajar sungguh-sungguh, lebih percaya diri dan memastikan keberhasilannya. Kita sebagai guru SD yang dapat disebut sebagai pendidikan dasar maka diumpamakan membangun rumah kita harus kuat dalam membuat fondasi. Fondasi merupaka dasar pendidikan bagi anak didik. Kita harus dapat membantu, memotivasi anak didik untuk mengembangkan keyakinan akan kemampuan diri guna melahirkan generasi yang cerdas dan berkualitas.
2 Responses
  1. Darma Jari Says:

    artikelnya bagus semoga menginspirasi


  2. TRISNAWATI Says:

    Sangat menginspirasi


Posting Komentar